Riset Ilmiah Pembuktian Gamat / Teripang
Penelitian untuk mengetahui khasiat gamat atau ekstrak teripang telah banyak dilakukan di berbagai negara. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa gamat atau ekstrak teripang memiliki kandungan yang sangat membantu penyembuhan berbagai penyakit.
Penelitian yang telah dilakukan antara lain:
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 Juli 2012
MOTIVASI
CINTAI-lah makhluk sekedarnya karena boleh jadi ia bisa kau BENCI
suatu saat nanti… BENCI-lah pula makhluk sekedarnya karena bisa jadi suatu saat kau men-CINTAI-nya
Ini adalah anjuran yang biasa kita dengar kepada hubungan di antara manusia. Kenyataannya kecintaan kita kepada seseorang tidak langgeng demikian pula kebencian kita pada seseorang tidak pernah selamanya.
Akan ada saatnya kita membenci orang yang kita cintai sehingga membuat kita sakit yang tak tertahankan atau kita terpaksa menerima pertolongan dari orang yang selama ini kita benci sehngga kita malu karenanya.
Seri Herbalis dalam Berbisnis :
1. Herbalis memandang bisnis laksana pohon herba. Pahami AKAR adalah modal. Maka jangan pernah mengganggu akar jika tidak ingin pohon kita mati. Semakin kuat akar maka pohon mampu menjulang tinggi! & jangan khawatir, tidak ada akar yang langsung besar melainkan ia akan tumbuh selama kita komitmen menjaganya.
2. Herbalis memandang bisnis laksana pohon herba. Pahami BATANG adalah IKHTIAR kita. Bila ingin bisnis kita tidak mudah rusak ditumbangkan angin ujian maka perBESAR & perBANYAKlah hari-hari kita dengan mujahadah dalam berikhtiar. Yg mudah merasa cukup dalam berikhtiar dialah yg mudah roboh bisnisnya.
3. Herbalis mmandang bisnis laksana pohon herba. Pahami BATANG adalah kerjaKERAS sedang DAHAN RANTING adalah kerjaCERDAS. Takkan bisa pohon hanya batangnya saja sebab buah nya terletak pada dahan ranting nya & takkan bisa dahan ranting kecuali bertumpu pada batang besarnya. Kerjakan ke-2nya.
4. Herbalis memandang bisnis laksana pohon herba. Pahami DAUN adalah Doa, Harapan & keikhlasan. Semakin banyak kita panjatkan pd-NYA mengapa kita harus SUKSES maka semakin banyak DAUN yang akan menyerap energi untuk fotosintesis. Jumlah DAUN yang semakin lebat menjadi indikasi sebentar lagi BUAH nya SEGERA kita dapat kan!
5. Herbalis memandang bisnis laksana pohon herba. Pahami BUNGA adalah TANTANGAN dalam berbisnis. Kita tahu tujuan menanam pohon bisnis adalah untuk mendapatkan buah nya. Tetapi kita juga tahu buahnya hanya akan kita dapatkan jika sebelumnya ia berbunga.
Maka HADAPI lah setiap Tantangan bisnis sebab dibalik nya telah menunggu Kesuksesan Bisnis yang telah lama kita harapkan.
6. Herbalis memandang bisnis laksana pohon herba. Pahami BUNGA adalah Tantangannya. Ketika kita memilih pohon tentu yang akan berbuah banyak. Ciri nya adalah ia memiliki Bunga yg sangat banyak. Maka jangan pengecut ketika kau dapati begitu banyak ujian yang mendera mu sebab ia mengantarkan HASIL yang paling optimal!
7. Herbalis memandang bisnis laksana pohon herba. Pahami BUAH adalah HASILnya. Untuk yang ini pasti tidak perlu diajarkan cara menikmatinya :-)
tetapi paling penting pastikn anda bisa berkomitmen hanya memakan BUAH saja & tidak mengganggu AKAR (MODAL) meski baru sedikit buah nya!
ini ujian anda!
8. Herbalis memandang bisnis laksana pohon herba. Pahami di dalam BUAH ada bagian yang tidak enak untuk dimakan yaitu BIJI. dengan demikian sebenarnya tidak boleh kita menghabiskan seluruh Hasil usaha kita. Harus ada yang disimpan, yang akan kita gunakan untuk memperbesar lagi usaha kita.
9. Herbalis memandang bisnis laksana pohon herba. Pahami BIJI adalah INVESTASI. Pisahkanlah bagian dari buah yang disiapkan untuk menunmbuhkan lagi pohon bisnis kita. Semakin BAIK kita menyisihkannya maka semakin terjaga masa depan kita. & Investasi ini bukan hanya untuk keSUKSESan dunia tetapi juga akhirat kita!
TINJAUAN BEKAM SECARA HISTORIS
Pengobatan secara islami yang
berdasarkan sunnah rasul dikenal dengan istilah thibun nabawi. Berbagai macam
jenis pengobatan dari rasulullah telah dikenal luas manfaatnya. Hal ini
senantiasa dilakukan semata-mata tidak hanya ingin sembuh dari suatu penyakit,
namun meneladani rasulullah Muhammad Saw. Sehingga ikhtiar seorang muslim akan
diridhai oleh Allah Swt. Salah satu pengobatan cara rasul adalah al-hijamah
yang artinya bekam. Berbekam sendiri telah dilakukan oleh orang-orang sebelum Islam
datang ke muka bumi. Hal ini dijelaskan oleh Kathur Suhardi dan Aminah Syafa’ah
dalam bukunya “Uraian Kode Anatomi Hijamah: Titik-Titik Bekam” bahwa metode
bekam telah dikenal luas di kalangan manusia sejak beberapa abad lalu dan telah
telah tertulis di sebuah Prasasti Burdi yang didalamnya adalah orang-orang
Mesir Kuno. Prasasti ini menunjukkan bahwa metode bekam merupakan pengobatan
paling tua yang tercatat dalam sejarah. Metode pengobatan ini juga sudah banyak
dikenal oleh orang-orang Yunani Kuno, dan bahkan sejak zaman Hipocrates,
sekitar tahun 400 BC.
SEJARAH BEKAM
Bekam merupakan istilah yang dikenal
dalam bahasa melayu, bahasa arab mengenalnya sebagai Hijamah, dalam bahasa
inggris dikenal sebagai cupping, orang cina mengenalnya sebagai gua-sha,
sedangkan orang Indonesia mengenalnya sebagai cantuk atau kop. Bekam mulai
dikenal dan dilakukan sejak jaman Mesir kuno, bangsa Mesir kuno pada saat itu
dikenal sebagai bangsa yang banyak mengadakan perjalanan jauh untuk berdagang
yang tentunya perjalanan tersebut banyak menimbulkan rasa sakit dan tidak
nyaman di tubuh. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman di tubuh tersebut, mereka
berupaya untuk mengeluarkan cairan-cairan darah kotor yang mereka anggap
mempengaruhi keseimbangan metabolisme di tubuh.
Kamis, 24 Mei 2012
ITBI: Apa Itu Darah Kotor Dalam Bekam?
ITBI: Apa Itu Darah Kotor Dalam Bekam?: - darah kotor Adalah darah rusak yang sudah tidak sempurna lagi kinerjanya. Darah ini seharusnya mem...
ITBI: Kerokan: Mengilmiahkan Kearifan Lokal
ITBI: Kerokan: Mengilmiahkan Kearifan Lokal: Org. Meski ada pengobatan modern, hingga kini orang Indonesia, terutama di Jawa, tetap akrab dengan kerokan saat merasa tidak enak ...
Jumat, 27 April 2012
KONSEP KEPEMIMPINAN
Ciri-ciri Manajer yang Kaya/Miskin Akan Pemahaman Manajerial
|
Pemahaman Manajerial Lemah
|
Pemahaman Manajerial Baik
|
|
Jarang mendiskusikan prinsip manajerial
|
Sering mendiskusikan prinsip manajerial
|
|
Tidak menyadari gagasan tentang gaya manajemen
|
Berpengetahuan luas tentang gagasan mengenai gaya manajemen
|
|
Mengikuti saja cara kepemimpinan yang sedang popular
|
Mempertanyakan gaya kepemimpinan yang sedang disukai orang
|
|
Tidak menganalisis kelemahan sendiri
|
Menganalisis kelemahan sendiri
|
|
Menciptakan suasana kerja yang negatif
|
Membina suasana kerja positif
|
|
Tidak mampu menyalurkan energi
|
Membebaskan energi yang terhambat
|
|
Miskin akan teori yang realistis mengenai motivasi
|
Mempunyai teori realistis tentang motivasi
|
|
Tidak mempunyai pengetahuan tentang gaya kepemimpinan sendiri
|
Sadar akan gaya kepemimpinan sendiri
|
|
Mempunyai gaya kepemimpinan yang sudah baku
|
Menggunakan gaya berbeda dalam kepemimpinan sesuai dengan kebutuhan
|
|
Tidak melakukan tugas dengan baik
|
Mengambil yang terbaik dari semua orang
|
|
Memainkan peran manipulatif sambil memimpin
|
Mempunyai gaya otentik manajemen
|
Ciri-ciri Manajer Berkreatifitas Tinggi/Rendah
Kreatifitas manajemen sampai
sekarang tidak begitu dihargai tetapi akhir-akhir ini kreativitas
manajemen mempunyai nilai dan mungkin tumbuh menjadi semakin penting.
|
Kreativitas Rendah
|
Kreativitas Tinggi
|
|
Tidak menghargai kreativitas orang lain
|
Menghargai kreativitas orang lain
|
|
Tidak senang merasa tidak pasti
|
Siap mengalami ketidakpastian
|
|
Tidak yakin akan kreativitas sendiri
|
Yakin akan kemampuan kreatif sendiri
|
|
Tidak menyelidiki hambatan kearah kreativitas
|
Mengetahui hambatan kearah kreativitas
|
|
Cenderung tidak menyelesaikan tugas
|
Tekun melaksanakan tugas
|
|
Lebih suka terhadap pendekatan tradisional
|
Meninggalkan tradisi
|
|
Mengalami kecemasan berlebihan
|
Berusaha mengurangi kecemasan pribadi
|
|
Puas dengan kedudukan
|
Merasa perlu adanya perubahan
|
|
Tidak menggunakan kesempatan
|
Menggunakan kesempatan
|
|
Terlalu bersikap kaku terhadap gagasan
|
Bermain dengan gagasan
|
|
Suka terhadap pemecahan konvensional
|
Suka pemecahan baru
|
|
Tidak sistematis dalam pemecahan masalah
|
Memecahkan masalah secara sistematis
|
|
Tidak mengenal sumbang saran
|
Menggunakan teknik sumbang saran
|
|
Sulit memimpin kelompok kreatif
|
Dapat memimpin kelompok kreatif
|
|
Melarang orang mengemukakan pendapat
|
Membiarkan orang mengeluarkan pendapat
|
|
Tidak belajar dari kesalahan
|
Berusaha belajar dari kesalahan
|
|
Menghindari risiko
|
Mengambil risiko
|
Beberapa tugas manajemen, seperti
pemasaran, riset, pengembangan, pekerjaan artistic dan media, khususnya
menuntut kreativitas tinggi. Kreativitas tinggi diperlukan kalau
pemecahan yang ada tidak mempunyai potensi atau efektifitas. Walau
sebagian besar fungsi manajemen sangat dibantu oleh pendekatan kreatif,
hal ini kurang dirasa perlu kalau kegiatan diatur oleh sistim atau
proses. Manajer yang pada umumnya mempunyai pekerjaan rutin dan
berlandaskan pada organisasi statis umumnya kurang merasa perlu
mengembangkan kemampuan kreatif mereka.
Sifat-sifat Manajer yang Mampu atau Tidak Mampu Mengatur Diri
|
Tidak Mampu Mengatur Diri
|
Mampu Mengatur Diri
|
|
Melalaikan kesehatan fisik
|
Menjaga kesehatan fisik
|
|
Bekerja jauh melebihi jam kerja
|
Membatasi jam kerja
|
|
Hidup secara tidak teratur
|
Bekerja teratur baik
|
|
Tidak mengambil libur
|
Membuat rencana libur yang menyegarkan
|
|
Mengadakan perjalanan secara tidak efisien
|
Mengadakan perjalanan secara bijaksana
|
|
Menyimpan perasaan
|
Mengungkapkan perasaan
|
|
Menghindari pemahaman pribadi
|
Mencari pemahaman pribadi
|
|
Menggunakan waktu secara jelek
|
Menggunakan waktu dengan baik
|
|
Mencoba mengatasi perasaan sendiri
|
Memanfaatkan perasaan
|
|
Tidak tahu akan daya kemampuannya
|
Tahu akan daya kemampuannya
|
|
Melalaikan hubungan yang berharga dengan orang lain
|
Mengembangkan hubungan dengan yang lain
|
|
Tidak dapat menerima suatu kegagalan
|
Memandang kegagalan sebagai yang tak mesti dialami
|
|
Harga diri yang rendah
|
Harga diri yang tinggi
|
|
Selalu mencari persetujuan
|
Dapat mentolerir pandangan yg tdk disukai
|
|
Mengalami ketegangan berlebihan
|
Menghindari tuntutan yang berlebihan
|
|
Mau menerima tantangan yang tidak mungkin dilakukan
|
Mengatasi dan mengatur tantangan
|
|
Kerap kali merasa diri lemah
|
Biasanya merasa kuat
|
|
Melakukan tugas yang terlalu banyak
|
Melakukan hanya pekerjaan yg dapat diselesaikan
|
Ciri-ciri Manajer Berkemampuan Tinggi/Rendah Dalam Membina TIM
Membina tim adalah suatu alat manajemen yang
positif karena menghasilkan suatu kelompok berenergi tinggi yang kaya
sumber, efektif dan responsive.
|
Kemampuan rendah dalam membina tim
|
Kemampuan tinggi dalam membina tim
|
|
Tidak mempunyai kemampuan kepemimpinan
|
Kemampuan tinggi dalam memimpin
|
|
Tidak taat-asas
|
Taat-asas
|
|
Berpikir anti-tim
|
Mendukung falsafah tim
|
|
Memilih anggota yang tidak memadai
|
Memilih anggota yang memadai
|
|
Tidak mempunyai keikatan terhadap orang lain dalam tim
|
Keikatan terhadap yang lain dalam tim
|
|
Tidak membina suasana positif
|
Membina suasana positif
|
|
Tidak mempunyai perhatian untuk berhasil
|
Didorong oleh pencapaian hasil
|
|
Tidak melihat peran organisasi dengan jelas
|
Dengan jelas merumuskan peran organisasi
|
|
Tidak ada metode kerja yang efektif
|
Menggunakan metode kerja yang efektif
|
|
Tidak merumuskan peran
|
Merumuskan peran perorangan
|
|
Mencampurkan kritik dan bahasan
|
Membahas tanpa kritik pribadi
|
|
Tidak mempedulikan pengembangan perorangan
|
Mendukung perkembangan perorangan
|
|
Mematikan potensi kreatif
|
Mendorong potensi kreatif
|
|
Membiarkan hubungan jelek antar kelompok
|
Mengembangkan hubungan sehat antar kelompok
|
|
Menggunakan ketegangan secara merugikan
|
Menangani konflik secara konstruktif
|
|
Tidak menganjurkan orang mengambil risiko
|
Mendorong orang untuk mengambil risiko
|
|
Menghindari umpan balik pribadi
|
Mencari umpan balik
|
|
Menggunakan waktu dengan tidak baik
|
Menggunakan waktu dengan baik
|
|
Membiarkan standar rendah
|
Menentukan standar tinggi
|
Langganan:
Postingan (Atom)