Jumat, 06 Juli 2012

RISET ILMIAH

Riset Ilmiah Pembuktian Gamat / Teripang

Penelitian untuk mengetahui khasiat gamat atau ekstrak teripang telah banyak dilakukan di berbagai negara. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa gamat atau ekstrak teripang memiliki kandungan yang sangat membantu penyembuhan berbagai penyakit.

Penelitian yang telah dilakukan antara lain:


1. Penelitian Prof Ridzwan Hashim dari Universitas Kebangsaan Malaysia

        * Prof Ridzwan Hashim membuktikan ekstrak teripang menghambat pertumbuhan bakteriStreptococcus pneumoniae, penyebab radang sinusitis. Makhluk liliput itu terhambat pertumbuhannya berkat kandungan phosphate buffered saline (PBS). Selain itu ekstrak teripang mengandung 9 jenis karbohidrat, 59 jenis lemak, 19 jenis asam amino, 25 komponen vitamin, 10 jenis mineral, dan 5 jenis sterol. Artinya, kandungan gizi teripang amat lengkap dan bersatu-padu membangun kekebalan tubuh serta memberantas bakteri. (Trubus online, 1 Januari 2009)
        * Prof Dr Ridzwan Hashim menerangkan bahwa teripang mengandung 86% protein yang mudah diuraikan menjadi enzim pepsin. Kandungan protein yang tinggi berperan sebagai immunomodulator alias pembangun sistem kekebalan tubuh. Protein dan 16 asam amino esensial mujarab dalam meregenerasi sel dan memperkuat hati untuk mengeluarkan antibodi, sehingga mempercepat penyembuhan Hepatitis. (Trubus online, 1 Juli 2009)
        * Prof Dr Ridzwan Hashim juga menerangkan dari 86% protein yang dikandung teripang, 80%-nya berupa kolagen. Kolagen merupakan pengikat jaringan dalam pertumbuhan tulang dan sendi. Dalam pertumbuhan tulang, suplemen kalsium saja tidak cukup lantaran tulang terdiri dari kalsium fosfat dan kolagen sebagai pengisi. Tanpa kolagen tulang menjadi rapuh dan mudah pecah. Sebaliknya bila tanpa kalsium, tulang akan kenyal seperti karet. (Trubus online, 1 Juni 2009)

2. Riset ilmiah Jaime Rodriguez. Periset dari Fakultas Kimia, Universidad de Santiago de Compostela, Spanyol.

    Jaime Rodriguez mengekstrak 300 teripang dalam pelarut metanol. Dalam uji praklinis, ekstrak teripang aktif membunuh sel heLa (tumor rahim) dan B-18-Fl (melanoma). Senyawa yang berperan adalah glikosida yang bersifat antitumor dan antikanker. Teripang mengandung 0,93 g glikosida. Kandungan glikosida dalam teripang terdiri atas 40 mg holothurinoside A, 9 mg holothurinoside B, 15 mg holothurinoside C, 10 mg holothurinoside D, dan 20 mg holothurin A. Kelima senyawa itulah yang terbukti efektif menggempur tumor. (Trubus online, 1 April 2009)

3. Penelitian Prof Zaiton Hassan dan M A Kaswandi dari Universitas Kebangsaan Malaysia.

    Asam lemak pada teripang Stichopus chloronotus antara lain miristat, palmitat, palmitoleat, stearat, oleat, linoleat, arakhsidat, behenat, erusat, eicosapentaenat (EPA), dan docosahexaenat (DHA). Kedua senyawa terakhir efektif memperbaiki jaringan rusak. Dengan kata lain teripang mengandung zat penumbuh/regenerasi sel. Itu terlihat ketika satwa laut itu terbelah, menyatu kembali, hanya dalam 9-90 hari. (Trubus online, 1 Maret 2009)

4. Riset AM Popov, peneliti di Institut Pasifik untuk Kimia Bioorganik Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia.

    Popov membuktikan teripang berefek sitotoksik alias pembunuh sel kanker berkat kandungan glikosida seperti echinosida A dan B, holotoksin A1, holothurin A dan B, serta curucumariosida G1. Glikosida merupakan senyawa alami yang bersifat antitumor dan antikanker. Kandungan filinopsida A dalam teripang pun ampuh menekan pertumbuhan tumor. Musababnya filinopsida bersifat antiangiogenesis alias mencegah pembentukan pembuluh darah mikro baru. Akibatnya sel tumor gagal berkembang dan mati akibat tak mendapatkan pasokan nutrisi. (Trubus online, 10 Januari 2009)

5. Yun Guang Tong, periset Institut Materia Medika Shanghai

    Menurut Yun Guang Tong ekstrak teripang memang bersifat antikanker. Ekstrak itu mengandung saponin yang sohor sebagai filinopsida A. Filinopsida A itu ampuh mencegah pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker atau tumor. Jika pembuluh darah baru terhambat, perkembangan sel kanker pun terhambat. Tong menguji praklinis dengan menyuntikkan 2-10 mikroliter filinopsida A pada aorta tikus. Dampaknya pasokan nutrisi bagi sel kanker terhambat dan akhirnya sel mematikan pun mati. (Trubus online, 1 Desember 2008)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar